POLIDEWA – Program Studi Teknologi Rekayasa Metalurgi Politeknik Dewantara (Polidewa) melaksanakan kunjungan industri ke PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS), Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, pada Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami pengolahan nikel di lingkungan industri sekaligus mempelajari standar operasional dan teknologi smelting yang diterapkan di perusahaan tersebut.
Kunjungan industri diikuti oleh 29 mahasiswa semester 2 dan 4 Program Studi Teknologi Rekayasa Metalurgi yang didampingi oleh Kepala Program Studi Teknologi Rekayasa Metalurgi, Muh. Syafri Zainuddin, S.T., M.T., bersama dosen pendamping.
Selama kunjungan, peserta memperoleh pemahaman mengenai produksi feronikel melalui pemaparan teknis yang disampaikan oleh Supervisor Produksi PT BMS, Alfian Mustamin. Materi yang diberikan mencakup alur produksi, teknologi yang digunakan, serta gambaran operasional industri pengolahan nikel. Selain itu, Supervisor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PT BMS, Filham Nur, memperkenalkan standar keselamatan kerja yang diterapkan di lingkungan smelter sebagai bagian penting dalam mendukung operasional perusahaan.
Peserta berkesempatan masuk langsung ke ruang kontrol (control room) PT BMS, di mana seluruh proses produksi feronikel dikendalikan secara terpusat. Di sana, mahasiswa tidak hanya mengamati sistem operasional yang berjalan secara real-time. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan para praktisi serta memperoleh penjelasan mengenai berbagai tahapan yang dijalankan dalam kegiatan produksi sehari-hari.
Melalui kunjungan tersebut, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai penerapan teknologi Rotary Kiln–Electric Furnace (RKEF) yang selama ini dipelajari secara teoritis di ruang perkuliahan. Pengalaman ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tahapan pengolahan nikel, mulai dari kalsinasi pada Rotary Kiln hingga smelting pada Electric Furnace dalam skala industri.
Kepala Program Studi Teknologi Rekayasa Metalurgi, Muh. Syafri Zainuddin, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkaya pemahaman teknis mahasiswa, tetapi juga membuka wawasan mengenai prospek karier di sektor industri metalurgi.
“Kami bangga melihat antusias mahasiswa yang luar biasa. Melalui kunjungan ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami prosesnya, tetapi juga melihat langsung peluang karier yang relevan dengan kebutuhan industri metalurgi nasional,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan teknis diajukan kepada para praktisi PT BMS terkait teknologi yang digunakan, sistem operasional, hingga tantangan yang dihadapi dalam industri pengolahan nikel. Tingginya partisipasi mahasiswa mendapat apresiasi dari pihak perusahaan yang menilai semangat belajar dan rasa ingin tahu peserta sangat baik serta melebihi ekspektasi.
Kunjungan industri ini memberikan wawasan yang lebih luas kepada mahasiswa mengenai industri pengolahan nikel dan lingkungan kerja di smelter. Selain memperkenalkan penerapan teknologi di lapangan, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan praktisi industri dan memahami dinamika dunia kerja secara lebih dekat.
Humas Politeknik Dewantara




